Perkembangan riset global terkait Sustainable Development Goals (SDGs) menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai publikasi ilmiah internasional bereputasi yang terindeks Scopus dan Web of Science kini semakin banyak berfokus pada isu keberlanjutan, transformasi digital, energi hijau, pendidikan berkelanjutan, kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim, dan inovasi teknologi untuk mendukung Agenda SDGs 2030.
Laporan bibliometrik terbaru menunjukkan bahwa tren publikasi SDGs meningkat pesat sejak 2016 dan terus berkembang hingga 2026. Penelitian terkait SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) menjadi topik yang paling dominan dalam jurnal internasional bereputasi dunia.
Sejumlah penerbit internasional besar seperti Springer Nature, Elsevier, MDPI Sustainability, dan Wiley Online Library terus memperluas publikasi bertema keberlanjutan dan SDGs. Bahkan, Springer Nature pada tahun 2026 menegaskan komitmennya dalam mendukung penyebaran penelitian SDGs melalui program publikasi terbuka (open access) dan seri buku khusus SDGs yang bertujuan memperluas dampak kebijakan global berbasis sains.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui platform resmi SDGs juga menekankan bahwa sains, teknologi, dan inovasi merupakan fondasi utama dalam percepatan implementasi SDGs global. Forum Science, Technology and Innovation for the SDGs (STI Forum) 2026 menjadi salah satu pusat kolaborasi internasional dalam mendorong publikasi ilmiah berkualitas yang memberikan solusi nyata terhadap tantangan global.
Selain itu, berbagai analisis global menunjukkan bahwa publikasi ilmiah terkait SDGs kini mulai mengintegrasikan pendekatan multidisiplin, termasuk AI, Internet of Things (IoT), big data, dan teknologi Industry 4.0 untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai mampu mempercepat inovasi pada sektor pendidikan, kesehatan, energi, lingkungan, dan tata kelola berkelanjutan.
Para peneliti dunia juga mulai memanfaatkan AI untuk memetakan keterkaitan publikasi ilmiah terhadap target-target SDGs secara otomatis. Teknologi ini membantu universitas, lembaga penelitian, dan pemerintah dalam mengukur kontribusi riset terhadap pembangunan berkelanjutan secara lebih akurat dan efisien.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan berkelanjutan, Yayasan Sains Teknologi Berkelanjutan terus mendorong budaya publikasi ilmiah internasional, penguatan kolaborasi riset global, serta pengembangan jurnal bereputasi yang mendukung tercapainya SDGs 2030 melalui inovasi sains dan teknologi.